"Sebetulnya hal ini sudah menjadi hal dasar yang sudah mendasar dan tidak perlu diajari lagi. Seharusnya otomatis sekretariat komisi dan alat kelengkapan dewan harus punya email. Karena itu otomatis diperlukan komisi dalam menyerap aspirasi rakyat secara tidak langsung," ujar Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/5/2011).
Taufik menuturkan, email sudah menjadi cara baru untuk menyerap aspirasi rakyat. Kalau pun anggota DPR tak mau ribet, mereka bisa meminta staf ahli untuk mengelola email mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, setiap anggota DPR juga harus rajin ke dapilnya. Langkah ini adalah cara menyerap aspirasi secara langsung.
"Kita bisa menyerap aspirasi langsung dari masyarakat. Biasanya sangat terkait dengan tugas kewajiban kita sebagai penyambung aspirasi terhadap daerah pemilihan. Terkait dengan daerah pemilihan sebagai konsekuensi ya tentunya kita harus selalu membuka seluas-luasnya masukan dan aspirasi masyarakat kalau saya langsung ke dapil saya di Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen," tuturnya.
Terkait insiden Komisi VIII DPR, Taufik berharap anggota Komisi VIII DPR punya cara sendiri menyerap aspirasi rakyat. "Kita positif thinking saja, teman yang belum punya email tentu punya cara lain yang lebih akurat. Karena sungguh pun kita dipilih dapil namun ketika kita dilantik sebagai anggota DPR tentu sudah harus menyerap aspirasi dari Sabang sampai Merauke," tandasnya.
(van/rdf)











































