"Saat ini kami sedang melakukan inventarisasi terhadap sarana dan prasarana yang rusak. Setelah proses itu selesai kita akan memperbaikinya dan mengganti jika ada yang perlu diganti," ujar Kepala Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta, M Akbar, kepada detikcom, Kamis (5/5/2011).
Akbar mengatakan, selama ini sistem perawatan infrastruktur tersebut memang dilakukan satu paket. Alhasil, setiap ada kerusakan tidak bisa diperbaiki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akbar menjelaskan, BLU selalu menugaskan petugasnya untuk mengecek mana-mana saja sarana, prasarana serta infrastruktur yang mengalami kerusakan. Bahkan menurutnya, pengecekan dilakukan setiap hari.
"Kalau soal pengecekan kita lakukan setiap hari pasti, misalnya lantai jembatan, dan atap jembatan. Kebersihannya juga," imbuh Akbar.
Tak hanya mengecek sarana dan prasarana, BLU TransJ juga selalu merawat bus secara rutin. Dia mencontohkan, misalnya ada 100 bus yang tersedia, 90 akan tetap beroperasi dan sisanya akan diservis bergiliran.
"Yang jelas kita punya standar minimum pelayanan. Jadi kalau memang ditemukan bus yang AC-nya rusak, pintunya rusak, maka akan kami keluarkan dari koridornya dan akan diganti dengan yang layak karena kita punya bus cadangan," jelasnya.
Bagaimana pengalaman Anda naik bus TransJ?
(lia/nrl)











































