"Menekankan atas keinginan bersama membangun hubungan bilateral dan menyesuaikan sikap terhadap masalah-masalah dunia melalui komunikasi tingkat pejabat tinggi, konsultasi, meningkatkan reaksi dan dukungan bersama pada isu-isu penting internasional dan secara rutin menyelenggarakan pertemuan dan konsultasi di antara kedua belah pihak dalam kegiatan-kegiatan internasional, konferensi dan lain sebagainya," ujar Marzuki dalam siaran pers, Kamis (5/5/2011).
Marzuki menuturkan kedua pihak ingin bersama-sama meningkatkan mutu parlemen. Berbagai kerjasama pun akan dirancang ke depan guna meningkatkan mutu kinerja kedewanan dalam menyukseskan pemerintahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu juga akan ada pertukaran tenaga ahli antar parlemen Irak dan Indonesia. Sehingga diharapkan dapat berbagi ilmu dalam rangka memperkuat fungsi pengawasan DPR terhadap pemerintah.
"Adanya kerjasama pertukaran keahlian dalam hal mekanisme kerja mengenai peran pengawasan parlemen dan penyusunan anggaran belanja umum dan khusus serta mekanisme pengawasan atas pelaksanaannya dan memperkuat kemampuan kedua parlemen di bidang tersebut melalui pelaksanaan pelatihan dan lokakarya," tandasnya.
(van/rdf)











































