David Tobing Ajukan Eksekusi Paksa Hasil Riset Susu Formula Berbakteri

David Tobing Ajukan Eksekusi Paksa Hasil Riset Susu Formula Berbakteri

- detikNews
Kamis, 05 Mei 2011 07:19 WIB
Jakarta - Setelah 8 hari berlalu, Menteri Kesehatan (Menkes), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) tidak mau mengumumkan hasil riset nama susu formula berbakteri Enterobacter Sakazakii secara sukarela. Alhasil, penggugat, David Tobing akan mengajukan eksekusi paksa atas hasil riset tersebut lewat Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

"Sesuai hukum acara, 8 hari sejak Selasa pekan kemarin telah berlalu. 8 Hari ini adalah waktu yang diberikan hakim kepada Menkes cs untuk mengumumkan nama- nama merek susu formula berbakteri tapi karena tidak mau mengumumkan secara sukarela, apa boleh buat. Jalan eksekusi paksa terpaksa saya tempuh," kata David saat berbincang dengan detikcom, Kamis, (5/5/2011).

Eksekusi paksa ini berupa permohonan kepada Ketua PN Jakpus untuk menyita paksa hasil riset tersebut di laboratorium IPB Bogor. Nantinya, jika hasil riset tersebut didapat, maka akan diumumkan ke publik sesuai perintah kasasi Mahkamah Agung (MA).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Surat permohonan pengajuan eksekusi paksa akan kami layangkan ke Ketua PN Jakpus, Senin depan. Bagaimana nanti teknis eksekusi akan dibicarakan kemudian. Apakah cukup menggunakan juru sita pengadilan untuk mengambil hasil riset ataukah juga butuh bantuan kepolisian," terangnya.

Selain untuk mengetahui hasil riset, ekskusi paksa ini juga menunjukan bahwa penggugat tidak ada niatan buruk dalam perkara ini. Apa yang dilakukannya sesuai perintah kasasi MA. Malah, jika dia tidak melakukan ekskusi paksa ini dikhawatirkan masyarakat menilai bahwa penggugat main mata dengan produsen susu.

"Saya ingin menunjukkan keseriusan bahwa saya tidak ada main mata dengan berbagai pihak. Takutnya ada masyarakat yang menilai saya hanya mencari keuntungan dari para produsen susu. Tidak. Ini murni karena saya ingin mengetahui apakah susu yang diminum anak saya mengandung bakteri Enterobacter Sakazakii. Tidak hanya saya tapi banyak masyarakat yang mengkhawatirkan hal serupa," cetus David.

Polemik ini bermula ketika ketika para peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan adanya kontaminasi Enterobacter Sakazakii sebesar 22,73 persen dari 22 sampel susu formula yang beredar tahun 2003 hingga 2006. Hasil riset itu dilansir Februari 2008. Namun, IPB tidak bersedia menyebutkan merek susu yang dimaksud.

(asp/mad)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads