"Karena itu di persidangan, maka kami serahkan sepenuhnya kepada majelis hakim," tutur Pimpinan KPK Haryono Umar saat dihubungi Rabu (4/5/2011).
Haryono mengatakan, majelis persidangan merupakan tempat yang terhormat. Oleh karena itu dia berharap segala persidangan dapat berjalan tertib.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperi diberitakan, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor hari ini, orang-orang ini berdiri di belakang ruang sidang, selama mengikuti persidangan, mereka terus memakai topeng gambar Nunun. Istri Adang Daradjatun memang menjadi saksi kunci perkara ini.
Bukan hanya memakai topeng Nunun, mereka juga terus bertepuk tangan atau mengomentari jalannya persidangan. Tidak jarang mereka juga sering nyeletuk saat hakim berbicara.
Jaksa M Rum sempat mengajukan keberatan terkait ketidaktertiban jalannya persidangan kepada majelis hakim yang diketuai oleh Eka Budhi Prijatna. Namun Eka cenderung membiarkan tindakan itu.
"Sidang memang terbuka untuk umum, tapi saya tidak tahu apa arti poster itu," kata Eka.
"Supaya jaksa tidak lupa, supaya dikejar yang aslinya," pekik pengunjung sidang.
"Jaksa, apakah lupa dengan muka itu?" tanya Eka kepada jaksa.
"Tidak," jawab M Rum.
Tidak hanya sekali ini saja, para pengunjung sidang juga sering meneriaki jaksa saat berbicara. Mereka terus bertepuk tangan dan berisik hingga sidang berakhir.
(fjr/gah)











































