Pak Ud Protes Foto Mega-Hasyim Berlatar Hasyim Asy'ari
Selasa, 15 Jun 2004 14:45 WIB
Jakarta -
Foto kampanye Megawati-Hasyim Muzadi yang berlatar belakang tokoh pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy'ari diprotes. Yusuf Hasyim, putra Hasyim Asy'ari yang biasa dipanggil Pak Ud, menyatakan keberatan dan mengadu ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).Yusuf Hasyim mengadukan kasus ini didampingi keponakannya Lili Wahid, yang juga adik Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, dan pengacara Ikhsanuddin Abdullah. Pengaduan Yusuf Hasyim diterima oleh Wakil Ketua Panwaslu Saut Sirait dan anggota Panwaslu Mashudi Ridwan. "Saya selaku satu-satunya anak Hasyim Asyari yang masih hidup merasa keberatan dengan pemasangan foto Hasyim Asyari sebagai latar belakang," kata Yusuf Hasyim usai membuat pengaduan ke Panwaslu di Gedung Aspac, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (15/6/2004) siang. Dijelaskan Yusuf, pengaduan ini terkait dengan pemasangan Hasyim Asy'ari sebagai latar belakang foto kampanye Mega-Hasyim. Foto berbentuk poster dan baliho, antara lain, terdapat di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Sementara di Jawa Timur foto ini ditemukan di seluruh daerah, khususnya di kantong-kantong massa NU.Media kampanye berbentuk poster, baliho, dan iklan media massa itu bergambar Mega dengan latar belakang Soekarno di sebelah kiri, dan Hasyim Muzadi dengan latar belakang Hasyim Asy'ari di sebelah kanan. Pada foto itu terdapat tulisan, "Ketika Kaum Nasional dan Nahdliyin Bersatu"Menurut Yusuf, pemasangan foto tersebut melanggar UU Pemilu yang melarang penggunaan panji-panji nasional termasuk foto Hasyim Asyari yang merupakan tokoh nasional. Pemasangan foto tersebut juga menyesatkan masyarakat, terutama bagi warga nahdliyin. "Yang menunjukkan seolah-olah Hasyim Muzadi mendapat dukungan dari keluarga Hasyim Asy'ari. Padahal tidak ada hubungan sama sekali, apalagi hubungan keluarga," tegas Yusuf.Yusuf Hasyim meminta Panwaslu segera menindaklanjuti laporan ini. Ia juga meminta Tim Sukses Mega-Hayim Muzadi dan DPP PDIP untuk menurunkan semua gambar tersebut. "Kami juga meminta agar DPP PDIP mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada kami dengan disiarkan di tujuh stasiun televisi nasional."Dalam kesempatan itu Yusuf Hasyim juga menegaskan pengaduan ini dilakukan tanpa ada motif politik. "Laporan ini bukan karena Mega dan Hasyim saja. Kalau misalnya Wiranto dan Gus Solah melakukan hal yang sama, maka akan kami juga akan mengadukan ke Panwaslu."Anggota Panwaslu Mashudi Ridwan menyatakan akan melaporkan kasus ini ke Komisi Pemilihan Umum. Panwaslu juga akan mengkaji apakah ada unsur pidana dalam kasus ini."Kita lihat dan kaji sampai sejauh mana pelanggaran ini.Kalau pidana maka akan kita pidanakan."
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































