"Ini kan muncul karena masalah keyakinan keagamaan, kedua cara pandang tentang ideologi mereka yang melihat soal keyakinan yang harus diterapkan atau tidak. Ada banyak faksi, kita tidak bisa menghitung. Tapi yang besar sekitar ada lima faksi dan itu masih hidup dan terus memperkuat jaringannya," ujar Mantan anggota NII KW 9 yang kini mendirikan NII Crisis Center, Sukanto, kepada wartawan di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (4/5/2011).
Ia menuturkan, sebenarnya perpecahan NII sudah terjadi sejak zaman pendirinya, Kartosuwiryo. NII kala itu hanya terbagi jadi 7 komandemen wilayah (KW). Sampai kemudian Panji Gumilang membawa gerbongnya membentuk NII KW 9.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NII KW 9 di bawah pimpinan Panji Gumilang, disebutkan Sukanto, sudah beralih orientasi. Orientasinya menjadi pengumpulan uang untuk pengembangan Al Zaytun yang disebutkan sebagai salah satu basis NII KW 9.
"Ini gerakannya kelihatan pudar ideologinya karena orientasinya permasalahan Islam dikesampingkan, ideologi jadi perekat, pelegitimasi sementara orientasinya hanya uang," paparnya.
(van/rdf)











































