"Jika disebut bahwa Golkar belajar ideologi di sana, itu tidak benar. Yang benar mensosialisasikan platform politik kita, yaitu NKRI," ujar Wakil Sekjen Partai Golkar bidang Hubungan Internasional, Happy Bone Zulkarnain kepada wartawan dalam jumpa pers di Restoran Sate Senayan, Jl Pakubuwono, Jakarta Selatan, Rabu (4/5/2011).
Lebih lanjut, Happy menjelaskan bahwa kunjungan ke China tersebut juga dimaksudkan untuk mempererat hubungan bilateral di antara kedua negara. Menurutnya, Golkar melakukan hal ini demi kepentingan bangsa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada juga ditegaskan oleh Koordinator Bidang Kerjasama Internasional DPP Partai Golkar, Iris Indira Murti. Menurut Iris, Partai Golkar telah memegang ideologi Pancasila dan platform politik NKRI sejak lama.
"Tidak ada saling mempengaruhi. Golkar sebagai partai yang sudah berusia lanjut, sudah mempunyai platform yang berhasil diterapkan di Indonesia. Kita bangga dengan platform yang kita miliki, tapi tidak ada saling intervensi," terangnya.
"Dengan tegas kami menyatakan bahwa inilah platform kami, inilah ideologi kami," imbuh Iris.
Iris menyebut ada beberapa hal yang bisa dipelajari oleh Partai Golkar dari China dan juga Partai Komunis Tiongkok. Salah satunya adalah etos kerja dan kedisiplinan mereka yang dinilai baik.
"Etos kerjanya itu yang kita sangat hargai. 20 Tahun lalu, kita lebih maju dari mereka, tapi sekarang mereka yang lebih maju dari kita. Mereka disiplinnya juga luar biasa," tandasnya.
Pada 19-20 April lalu, Partai Golkar melakukan kunjungan kerja ke China yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Aburizal Bakrie. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatangan MoU antara Partai Golkar dan Partai Komunis Tiongkok, pada 18 Juni 2008 silam.
Isi perjanjian kerja sama itu antara lain berisi tentang kesepakatan pertukaran pengalaman antara politisi-politisi muda antar partai. Selain itu, kedua partai bisa menyelenggarakan diskusi atau seminar untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama sehingga dapat bertukar pengalaman yang bermanfaat bagi pembangunan dan kemajuan kedua negara.
(nvc/rdf)










































