Pangdam Diponegoro Tegaskan Latihan Militer di Kebumen Dilanjutkan

Bentrok TNI VS Warga Kebumen

Pangdam Diponegoro Tegaskan Latihan Militer di Kebumen Dilanjutkan

- detikNews
Rabu, 04 Mei 2011 16:02 WIB
Pangdam Diponegoro Tegaskan Latihan Militer di Kebumen Dilanjutkan
Magelang - Pangdam IV Diponegoro Jawa Tengah, Mayjen Langgeng Sulistiyono menegaskan Dislitbang di Kawasan Urut Sewu, Desa Setrojenar, Kabupaten Kebumen, masih dijadikan tempat latihan militer. Tidak ada penghentian kegiatan pasca bentrokan dengan warga.

Menurut dia, sampai saat ini Panglima TNI belum pernah memberikan perintah untuk menghentikan latihan militer. Walaupun sampai saat ini, status tanah dari Dislitbang Mabes TNI masih bermasalah dan bersengketa dengan sebagian warga setempat.

"Saya tentara, saya juga rakyat. Instalasi dan perlengkapan TNI juga dibeli dari rakyat. Tugas TNI di antaranya adalah latihan. Dan sampai saat ini pun juga harus tetap latihan. Tidak latihan maka akan dikenai sanksi indisipliner," jelas Langgeng usai memimpin Setijab Komandan Batalyon Armed 3/105 Tarik dari Letkol Mayor Arm Ruly Chandrayadi kepada Mayor Arm Mawardi, di Magelang, Rabu (4/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langgeng menegaskan dirinya sudah menjelaskan kepada pemerintah dan DPR, perihal bentrokan TNI dengan warga dan masalah sengketa tanah yang menjadi pemicu bentrokan. Proses hukum soal status tanah sedang berjalan.
 
"Proses kepastian hukum terkait status tanah sedang berjalan. Saya sudah bertemu dengan DPR, saya juga sudah sampaikan masalah di Urut Sewu itu. Proses hukum biarkan saja berjalan," kata dia.

Kegiatan latihan di Urut Sewu akan ditingkatkan lagi setelah Juli 2011 mendatang. Sampai saat ini situasi di Desa Setrojenar, Kecamatan Bulus Pesantren, Kebumen masih kondusif dan TNI akan memberikan pengertian kepada warga akan pentingnya latihan militer. Langgeng pun mengatakan, belum ditemukan kesalahan prosedur terhadap anggota TNI dalam bentrok di Kebumen

"Sampai saat ini tidak ditemukan adanya kesalahan prosedur," tukas Langgeng pendek saat ditanya soal hasil penyelidikan Pomdam IV Diponegoro, Jateng.

Dalam kesempatan berbeda, pernyataan Langgeng dikritik Ketua Tim Advokasi Petani Urut Sewu Kebumen (TAPUK) Teguh Purnomo. Dikhawatirkan, situasi yang kondusif akan terganggu lagi jika TNI kembali menggelar latihan.

"Paling tidak penetapan kawasan Urut Sewu Kebumen sebagai tempat latihan harus dihilangkan. Supaya tidak menjadi momok bagi warga, telah ada insiden bentrokan terkait sengketa tanah antara warga dan TNI," jelas Teguh saat dihubungi detikcom. 

Teguh juga menyayangkan ucapan Langgeng yang mengatakan belum ada kesalahan prosedur dalam bentrok Kebumen. Dia menilai itu hanya pernyataan sepihak.

"Pangdam jagan hanya terima laporan dari bawahanya saja, harus cek sendiri ke lapangan. Faktanya, 6 tersangka yang dianggap sebagai perusuh, dia hanya melakukan pengrusakan," kata Teguh.

Teguh menambahkan, 6 tersangka kerusuhan yang sudah diperiksa Polres Kebumen siang ini sudah dititipkan ke LP Kebumen di Jalan Pahlawan, Kebumen. Mereka ditempatkan di ruangan LP secara terpisah dari tahanan lain. Keenam tersangka itu adalah Asmarun alias Lubar, warga Desa Bocor; Sutriyonowarga dari Desa Mbrencong; Solekhan, Adi Wiluyo, Sobirin dan Mulyono warga Desa Setrojenar, Kecamatan Bulus Pesantren, Kebumen, Jateng.

"12 Barang bukti berupa motor milik warga yang rusak, saat ini dibawa ke Pomdam IV Diponegoro. Mungkin untuk menyelidiki siapa saja oknum TNI yang merusak sepeda motor. Tapi imbauan saya, sekalian siapa oknum TNI yang menembak harus dijatuhi hukuman juga," jelas Teguh.

(fay/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini