"Ini sesuatu yang juga sangat dipedulikan oleh Bapak Presiden. Kami ketahui beliau juga akan membawa masalah ini dalam KTT ASEAN," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa usai mendampingi Wapres Boediono meninjau lokasi KTT ASEAN di Jakarta Convention Center (JCC), Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (4/5/2011).
Menurut Marty, negara-negara di ASEAN seperti Indonesia, Malaysia, Singapura seharusnya bisa memberikan contoh dalam memberantas bajak laut di Somalia. Beberapa tahun lalu, merebak pembajakan di Selat Malaka. Patroli ketiga negara mampu melenyapkan kasus-kasus pembajakan itu.
"Kita bisa berbagai pengalaman dengan masyarakat internasional dalam mengatasi situasi di Somalia karena berkat upaya 3 negara tadi antara patroli koordinasi dan lain-lain, maka gejala pembajakan di Selat Malaka berkurang," imbuh Marty.
Kalau Indonesia dkk kompak menangani bajak laut, lanjut Marty, beda halnya dengan negara-negara pantai yang bertetangga dengan Somalia. Mereka kurang perhatian sama sekali dengan maraknya pembajakan.
Karena kurangnya kepedulian itu, pasukan multilateral yang berada di Somalia pun tidak mampu mengatasi pembajak.
"Yang mungkin kurang terlihat adanya upaya dari negara pantai sekitar Somalia. Ini kecenderungan tanggapan dari global, kurangnya keterlibatan negara-negara di kawasan," lanjut mantan Dubes RI untuk Inggris ini.
Mengenai ke-13 WNI yang kini giliran menjadi korban pembajakan di Somalia, Marty mengatakan Indonesia akan terus menjalin kerja sama dengan Singapura untuk membebaskan mereka. Kini, semua opsi sangat terbuka untuk dijalankan.
"Kalau yang 13 itu tentu kita sangat berkepentingan membebaskan para WNI. Kita terus bekerjasama dengan pemerintah Singapura untuk bisa memastikan mereka dibebaskan. Semua opsi tertap terbuka, sama seperti yang lalu," ucapnya.
(irw/gun)











































