"Saya kapok nggak mau balik lagi ke sana. Soalnya gaji saya dibayar tidak teratur. 3 Bulan terakhir gajinya nggak pernah full. Jam kerja dari pukul 04.00 sampai pukul 22.00. Selama kerja, nggak boleh duduk," ujar Amar.
Amar mengatakan itu di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (4/5/2011). Amar dipulangkan secara gratis oleh pemerintah Indonesia bersama sekitar 2 ribu TKI setelah menempuh perjalanan lebih kurang 10 hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maryanah (30) TKI asal Lampung juga kesal bekerja dengan majikannya di Arab Saudi. Sebab Maryanah kerap dipanggil 'bagar' atau sapi oleh majikannya. Bahkan dia tidak pernah pulang ke kampung selama 7 tahun karena dilarang majikan.
"Boro-boro berkeluarga. Saya 7 tahun di Arab belum pernah pulang dan masuk Arab legal. Sebelum di Arab saya sudah ada perjanjian boleh pulang tiap tahun oleh majikan saya. Tapi pada kenyataannya tidak pernah pulang," kata Maryanah.
Maryanah menuturkan, pekerjaannya di Arab Saudi sebagai PRT sangat berat. Dia hanya diperbolehkan istirahat 3 jam. Maryanah digaji 1.400 riyal per bulan dan dengan gaji itu dia bisa mengirim Rp 1,5 juta ke kampungnya.
"Karena saya dengar dari teman-teman ada pemulangan TKI secara gratis. Akhirnya saya ikut. Saya kabur dan menuju ke penampungan di Jeddah selama 2 bulan," tutur Maryanah.
(nik/fay)











































