Demikian dikatakan Humas Pertamina EPRS, Anggadewi, kepada wartawan Rabu (4/5/2011). Menurut dia, ledakan ini terjadi karena faktor alam.
"Saat itu terjadi hujan dan berbarengan dengan aktivitas pelepasan gas ke udara," kata Anggadewi.
Gas yang terkumpul, lepas ke udara. Namun saat gas lepas ke udara, ada petir yang menyambar. Akibatnya timbul ledakan di sumur minyak Pertamina itu.
"Saat terjadi pengumpulan gas, petir menyambar sehingga timbul api," jelas dia.
Untungnya api dari ledakan ini bisa diatasi. Api padam seiring berkurangnya gas yang keluar dari sumur minyak Pertamina itu.
"Namun api padam seiring berkurangnya gas yang dilepaskan," katanya.
(tw/fay)











































