AS: RI Serius Berantas Perdagangan Manusia
Selasa, 15 Jun 2004 11:45 WIB
Jakarta - Untuk mengilhami tekat, kreativitas dan kerja sama antarpemerintah dalam perang melawan perbudakan zaman modern, Menlu AS Colin Powell menyampaikan laporan tahunan keempat Trafficking in Persons Report di Deplu di Washington, Selasa (15/6/2004).Indonesia digolongkan dalam Tier 2 (Lapis 2) dalam laporan itu, suatu pertanda bahwa negara itu tengah melakukan upaya-upaya yang serius untuk memenuhi standar minimal penghapusan perdagangan manusia, tapi belum memenuhi keseluruhan standarnya."Penjahat dan jaringan kejahatan tengah mengincar sebagaian dari warga yang paling rentan di negara-negara dunia," kata mantan anggota DPR AS dari Partai Republik AS Miller, yang kini memimpin upaya pemerintah melawan perdagangan manusia,"Kami bergerak ke luar dengan semangat kemitraan untuk mendorong semua pemerintah mempercepat upaya untuk mendorong semua pemerintah mempercepat upaya untuk mengakhiri kejahatan ini dan melindungi orang dari perdagangan manusia," sambungnya.Perdagangan manusia melibatkan para korban yang sering dipaksa aatu ditipu untuk bekerja atau melakukan kegiatan seksual. Pemerintah AS memperkirakan 600 ribu hingga 800 ribu orang diperdagangkan degan cara demikian melintasi batas-batas negara setiap tahunnya.Dari jumlah itu, 47% di anataranya adalah wanita, 34% gadis berusia di bawah 18 tahun. Artinya, lebih dari 80% adalah wanita dan 50% adalah anak-anak. Ribuan orang lagi diperkirakan diperdagangkan di dalam negeri di seluruh dunia.AS menyediakan lebih dari US$ 70 juta dalam program-program anti-perdagangan manusia di luar negeri dalam tahun fiskal terakhir dan Presiden Bush menjanjikan tambahan US$ 50 juta untuk upaya anti-perdagangan manusia di luar negeri tahun ini.
(nrl/)











































