"Silakan datang dan lihat sendiri Al-Zaytun. Saya bahkan mungkin akan datang lagi, jika berkesempatan," kata Anas dalam kicauan di akun twitternya, Selasa (3/5/2011).
Anas menegaskan, kunjungannya ke Al Zaytun dalam rangka silaturahim. Bagi Anas, silaturahim adalah ajaran agama dan adab sosial yang dianjurkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anas, sempat memberi sambutan, dan berbicara tentang makna silaturahim, pembangunan bangsa, pentingnya pendidikan pesantren, dan penguatan karakter bangsa. Anas juga sempat menyinggung soal pembangunan pertanian dan ketahanan pangan serta sinergi berbagai kekuatan untuk membangun dan memajukan NKRI.
"Syekh Panji Gumilang menyampaikan rasa persaudaraan, pentingnya pendidikan, dan spirit membangun bangsa. Juga bicara ketahanan pangan. Beliau juga cerita soal keberhasilan Al-Zaytun menghasilkan varietas unggul untuk padi, kacang, dan kedelai. Dan ada contohnya," kicau Anas.
Menurut Anas, yang perlu dilakukan adalah memperkuat dan memperkukuh NKRI dengan kerja keras dan mengamalkan pancasila, tidak perlu takut NII, komunisme, neolib, dan separatisme.
"Kalau kampus takut NII, kembangkan kegiatan ekstra di bidang keorganisasian, olahraga, keagamaan, hobi, seni dan budaya, serta intelektualitas," jelas Anas.
Dalam wawancara dengan beberapa wartawan, pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang menyangkal terkait NII. Dia juga menepis dia adalah Abu Toto pimpinan NII KW 9. Sedang keterkaitan Panji Gumilang dengan NII KW 9 diungkapkan mantan sahabatnya yang juga eks petinggi NII Imam Supriyanto dan juga Forum Umat Islam (FUI) Jabar.
(ndr/nrl)











































