"Ya saya rasa kita tetap menjadikan itu bahan evaluasi selalu. Jadi kalaupun itu terjadi ke bapaknya belum tentu terjadi ke anaknya Anis Panji Gumilang," ujar Ketua FPG DPR, Setya Novanto, saat dihubungi wartawan, Selasa (3/5/2011).
Novanto menuturkan, Golkar segera menginventarisasi masalah tersebut. Ini merupakan bagian kerja Golkar dalam mengevaluasi keberadaan kadernya di Al Zaytun dimana mulai terhembus isu miring seputar NII KW 9.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun jika Anis Panji Gumilang hanya santri pesantren Al Zaytun dan tak tersangkut NII KW 9 , maka Golkar tidak akan mengambil tindakan apa-apa. Karena santri Al Zaytun belum tentu kader NII KW 9.
"Tentunya kita lihat kan itu masih dievaluasi mengenai Al Zaytun dan bagaimana statusnya kalau sepanjang terkait kegiatan NII ya kita melepaskan tapi kalau memang tidak ya tentu akan kita lindungi," tuturnya.
(van/gah)











































