"Menurut hukum Islam, tidak boleh ditenggelamkan ke laut, kecuali dalam keadaan darurat. Ini melecehkan manusia. Artinya setelah mati, mayit dilecehkan saat masih hidup," ujar Imam Besar Masjid Istiqlal, Ali Mustafa Yaqub, saat dihubungi detikcom, Selasa (3/5/2011).
Dia menambahkan, jika jenazah memang tengah berada di tengah laut dan tidak bisa membawanya ke darat, maka bisa dimasukkan ke dalam peti es yang ada di dalam perahu. Hal ini untuk menjaga mayit agar tidak membusuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mekanisme jenazah yang akan ditenggelamkan ke laut sama saja dengan menangani jenazah yang akan dimakamkan di darat. Sebelum ditenggelamkan, jasad dimandikan, disalati, lalu ditenggelamkan ke laut dengan diberi pemberat agar tenggelam.
"Memang lebih cepat dimakamkan lebih bagus, tapi selagi masih bisa dibawa ke darat, maka penguburan darat diutamakan. Ini untuk menghormati mayit saat masih hidup. BIsa saja dikubur di tempat lain, di bumi ini. Kan ada banyak pulau, bisa di pulau," imbuh Ali.
Jika dimakamkan di darat, dikhawatirkan makam Osama akan dijadikan tempat pemujaan? "Itu lain soal lagi. Kalau itu alasannya, tidak rasional," ucap Ali.
Osama bin Laden ditembak mati pasukan elite khusus AS, SEAL Team 6, di kota Abbottabad, Pakistan, Senin (2/5/2011) dini hari waktu setempat. Jasad gembong teroris itu segera dibuang ke laut dalam waktu 24 jam setelah tewas.
AS beralasan hal tersebut untuk menghormati praktik dan tradisi Islam. Dalam ajaran Islam menyerukan jenazah orang yang meninggal harus dikuburkan dalam waktu 24 jam. Demikian penuturan seorang pejabat AS seperti dikutip dari Time.com, Selasa (3/5/2011).
Pejabat itu mengatakan bahwa mereka tidak menemukan negara yang mau menerima jenazah teroris paling dicari itu. Sehingga dibuat keputusan untuk membenamkan jasad bin Laden di dasar laut. Selain itu, AS tidak ingin ada kuburan Osama, karena dikhawatirkan akan menjadi tempat pemujaan bagi pengikut Osama. Rumor lain menyebutkan AS telah meminta Arab Saudi untuk mengambil jasad pria berjanggut lebat itu, tetapi negara tempat kelahiran Osama itu menolak.
Pejabat Departemen Pertahanan AS yang menolak disebutkan namanya menyebutkan detail penguburan Osama di laut. Dari Pakistan, jasad Osama dibawa ke dek kapal USS Carl Vinson yang berlayar di Laut Arab bagian utara. Jasad Osama itu diperlakukan secara Islam.
"Persiapan penguburan di laut dimulai pada pukul 01.10 Waktu Timur Amerika (Minggu pukul 12.10 WIB) hingga selesai pukul 02.00 Waktu Timur Amerika (pukul 13.00 WIB)," ujar pejabat Dephan AS itu, seperti dilansir dari kolom Lynn Sweet, Selasa (3/5/2011).
Lynn menyebut, jasad dimandikan dan ditempatkan di kain putih. Jasad ditempatkan di kantong dengan pemberat, kemudian personel militer membacakan doa, yang diterjemahkan ke bahasa Arab oleh penutur asli. Setelah doa dibacakan, jasad ditempatkan di papan datar, dimiringkan, dan didorong ke laut.
(vit/nrl)










































