Pemerintah AS Kembali Ingatkan Warganya Tinggalkan Saudi
Selasa, 15 Jun 2004 10:58 WIB
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat kembali mengingatkan seluruh warganya untuk meninggalkan Arab Saudi. Dikatakan bahwa keselamatan para pekerja AS lebih penting daripada masalah pasokan minyak ataupun perekonomian Saudi.Diperkirakan sekitar 35 ribu warga AS bekerja di kerajaan itu dan tidak jelas berapa banyak yang telah meninggalkan Saudi sejak meningkatnya serangan terhadap warga asing. Pemerintah AS sebenarnya telah mengimbau warga Amerika untuk meninggalkan Arab Saudi dalam dua bulan terakhir. Juru bicara Gedung Putih, Scott McClellan seperti dilansir kantor berita Associated Press, Selasa (15/6/2004), mengatakan bahwa warga AS harus "menyikapi imbauan itu dengan sangat serius."Selain travel warning yang masih berlaku, Kedutaan AS di Arab Saudi juga mengimbau warga AS di negara kaya minyak itu untuk menerapkan prosedur keamanan pribadi sebaik-baiknya, serta melaporkan hal apapun yang tidak biasa ke polisi Saudi.Mengenai para pekerja AS di Saudi, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Richard Boucher menyatakan, "Kami pertama-tama dan paling memiliki tanggung jawab atas warga Amerika. Kami perlu memberikan mereka saran terbaik tentang bagaimana menghadapi situasi tertentu di luar negeri."Pemerintah AS saat ini terus melakukan kontak erat dengan pemerintah Saudi untuk menyelidiki penculikan warga AS, Paul M. Johnson, Minggu (13/6/2004) lalu. Johnson tampaknya diculik kelompok militan yang juga mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan warga AS lainnya sehari sebelumnya.
(ita/)











































