Istri Irzen Octa ke Istana, Tapi Gagal Bertemu SBY

Istri Irzen Octa ke Istana, Tapi Gagal Bertemu SBY

- detikNews
Selasa, 03 Mei 2011 12:39 WIB
Istri Irzen Octa ke Istana, Tapi Gagal Bertemu SBY
Jakarta - Istri korban penganiayaan debt collector Irzen Octa datang ke kompleks Istana Kepresidenan. Karena belum ada janji, keinginan untuk bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun sirna.

Sang istri yang bernama Esi Ronaldi tersebut datang sekitar pukul 11.30 WIB bersama kuasa hukumnya dari kantor hukum OC Kaligis, Slamet Juwono. Mereka hanya bisa sampai pintu gerbang Istana karena tidak diizinkan masuk.

"Sebagai warga negara, sebagai ini, jika anaknya punya masalah yang tidak bisa dipecahkan, mungkin dia akan mengadu pada bapaknya. Hanya itu," kata Esi yang tampil dengan pakaian putih dan kerudung merah jambu ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut disampaikan Esi di pintu masuk Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Selasa (3/5/2011).

"Belum (ada janji). Saya sih berdoa aja, yang namanya seorang bapak, pastilah kalau ada waktu mungkin akan menemui anaknya yang bermasalah," ucapnya.

Esi berharap, pelaku pembunuhan terhadap suaminya dapat diadili. Dia juga meminta agar SBY bisa mendesak Citibank bertanggung jawab atas kematian orang yang dicintainya tersebut.

"Ketiga agar pihak Citibank dapat menjawab perdata," imbuhnya.

Slamet menambahkan, keinginannya untuk bertemu SBY didasari atas hasil visum ulang yang dilakukan terhadap Irzen. Dari situ terlihat jelas ada luka memar yang membantah pernyataan pihak Citibank sebelumnya.

"Kami sangat menyayangkan sekali yakin dalam hal ini merasa dipingpong ya, disuruh ke bagian setneg, bagian TU, kembali lagi bagian juru bicara di sini, tanpa ada yang menemui," jelasnya.

Saat dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan pertemuan memang tidak bisa digelar karena aturan prosedural. Karena itu, dia meminta agar surat untuk pertemuan disampaikan terlebih dulu.

"Ya kita terima suratnya nanti, silakan disampaikan saja. apakah melalui saya atau melalui pihak sekretariat negara. Bisa kita terima, tidak ada masalah," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Irzen Octa tewas usai mendatangi kantor Citibank di lantai lima, gedung Menara Jamsostek, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan pada Selasa (29/3) lalu. Irzen tewas di ruangan Cleo, usai diinterogasi debt collector mengenai tunggakan kartu kreditnya yang mencapai Rp 100 juta.

Pihak keluarga meminta diadakannya otopsi ulang yang akhirnya digelar pada tanggal 20 April 2011 dengan membongkar makam Irzen Octa di pemakaman Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Meski dilakukan otopsi ulang, pihak kepolisian menegaskan tetap akan memegang hasil visum sebelumnya, bukan hasil otopsi ulang. Polisi akan menghubungkan visum yang telah dikantonginya dengan barang bukti lainnya. Sebab hasil otopsi atau visum hanya salah satu bukti saja. Sementara polisi telah mendapatkan barang bukti lainnya seperti keterangan saksi.

(mad/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads