RI Siap Bantu Singapura Bebaskan MT Gemini dari Perompak

RI Siap Bantu Singapura Bebaskan MT Gemini dari Perompak

- detikNews
Selasa, 03 Mei 2011 12:30 WIB
Jakarta - Pasukan TNI yang menghajar perompak Somalia sesaat setelah Kapal Sinar Kudus dibebaskan masih berada di kawasan perairan Arab. Jika Singapura ingin menghajar perompak untuk membebaskan kapal MT Gemini yang disandera, RI siap bekerjasama.

"Apabila Pemerintah Singapura ingin bekerjasama dengan anak-anak kita yang ada di Somalia, silakan," kata Menko Polhukam Djoko Suyanto di sela-sela acara Badan Koordinasi Keamanan Laut di Hotel Grand Sahid, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (3/5/2011).

Djoko menambahkan, dirinya telah menghubungi Pasukan Keamanan Laut Singapura. Namun hingga semalam, pihak Singapura belum bisa menghubungi kapal Gemini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sama dengan Sinar Kudus, biasanya mereka membuka komunikasi jika sudah di markas mereka. Itu kan dibajak di Kenya lalu dibawa ke utara ke markas mereka. Sampai kemarin belum ada pembicaraan apa pun dari pihak pelayaran dengan Maritime Security Force," tuturnya.

Dia menjelaskan, biasanya kalau sudah sampai ke markas perompak, satu hingga dua hari kemudian baru ada komunikasi. "Kita melalui Menhan membuka komunikasi dengan Pemerintah Singapura, karena ini kapal berbendera Singapura dan awaknya pun dari Korea, Singapura," tutur Djoko.

Operator kapal Gemini, Glory Ship Management, menuturkan, kapal tanker MT Gemini yang membawa lebih dari 28 ribu palm crude oil dari Indonesia ke Mombasa, Kenya, ditangkap perompak pada Sabtu subuh di perairan Kenya.

Kapal berisi kapten dan 3 kru dari Korsel, 13 WNI, 3 warga negara Myanmar dan 5 warga China. Kemlu Korsel langsung membentuk tim tanggap darurat di Seoul, Singapura dan Kenya, untuk membebaskan GT Gemini dan kru melalui misi penyelamatan yang dipimpin Singapura. Pembajakan ini akan menjadi pembajakan pertama yang melibatkan warga Korea sejak pembajakan kapal kontainer 75 ribu ton, Hanjin Tianjin, yang diselamatkan dari perompak pada 21 April.

(vit/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads