"Saya ingin berbagi dengan Anda bahwa selama memimpin ASEAN, Indonesia berusaha untuk mencapai 3 prioritas," kata Wakil Presiden Boediono saat membuka ASEAN Civil Society Conference (ACSC)/ASEAN People's Forum (APF) di Hotel Ciputra, Jl S Parman, Jakarta Barat, Selasa (3/5/2011).
Pritoritas pertama, kata Boediono, untuk memastikan adanya kemajuan yang signifikan terhadap pembentukan komunitas ASEAN tahun 2015 mendatang. Komunitas ASEAN itu didasarkan pada tiga pilar, yakni politik-keamanan, ekonomi, dan sosio-kultural.
Kedua, memastikan bahwa arsitektur lingkungan dan regional di wilayah ASEAN kondusif untuk berlangsungnya pembangunan. Prioritas kedua ini mencakup upaya Indonesia untuk mengintensifkan kerjasama ASEAN di tingkat global.
"Termasuk dengan KTT Asia Timur yang diperluas," kata mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini.
Ketiga, lanjut Boediono, merupakan upaya yang lebih luas dari komunitas ASEAN, yaitu peran Komunitas ASEAN dalam memberikan solusi-solusi bagi permasalahan dunia.
Boediono mengatakan, negara-negara di ASEAN saat ini masih menghadapi tantangan dalam bidang pembangunan. Hanya beberapa negara saja yang mencapai Millennium Development Goal's (MDG's), selebihnya sangat jauh tertinggal. Pencapaian MDG's ini penting, karena berkaitan dengan banyak masalah yang mempengaruhi masyarakat.
"Oleh karena itu, sangat tepat dan sangat relevan kita mulai forum ini dengan memfokuskan pada isu-isu keprihatinan umum, seperti pengurangan kemiskinan dan kampanye kesehatan, dan bagaimana kita dapat bekerja sama mencapai MDG's," katanya.
(irw/anw)











































