Dibacok Perampok, Aiptu Iwan Sempat Menembak Tapi Mengenai Ibu-ibu

Dibacok Perampok, Aiptu Iwan Sempat Menembak Tapi Mengenai Ibu-ibu

- detikNews
Selasa, 03 Mei 2011 10:15 WIB
Jakarta - Anggota Polsek Jatiasih, Aiptu Iwan Junawan tersungkur setelah disabet parang oleh perampok saat menemani karayawan SPBU Jatiluhur, Jatiasih untuk menyetor uang ke Bank Mandiri. Aiptu Iwan bahkan sempat melepaskan tembakan untuk menghentikan para pelaku.

"Anggota sempat melepaskan tembakan. Tapi pelurunya rekoset dan malah mengenai ibu-ibu," kata Kapolres Bekasi Kota Kombes Imam Sugianto, Selasa (3/5/2011).

Peristiwa perampokan terjadi pada Senin (2/5) siang. Saat itu, Aiptu Iwan mendapat permintaan untuk mengawal penyetoran uang Rp 86 juta milik SPBU Jatiluhur ke Bank Mandiri Jatiasih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah jalan, Aiptu Iwan bersama karyawan SPBU yang mengenakan motor itu, dipepet oleh pelaku. Pelaku kemudian menyambit lengan Aiptu Iwan dengan sebilah parang hingga terhatuh dari motor.

Nah, pada saat itu, Aiptu Iwan mengeluarkan senjata api jenisrevolver miliknya untuk menghentikan pelaku. Ia kemudian melepaskan tembakan ke arah pelaku yang mengendarai motor.

Di saat bersamaan, seorang ibu melaju di lokasi. Bukannya mengenai pelaku, namun tembakan justru mengenai ibu tersebut.

"Ibu-ibu ini sedang naik motor," katanya.

Tembakan Aiptu Iwan memantul ke aspal, lalu mengenai ibu-ibu. Si ibu pun terluka tembak di pahanya.

"Waktu itu, dia merasa panas seperti kena petasan, tapi dia nggak sadar," katanya.

Namun, baik Aiptu Iwan dan si ibu, tidak menyadari kalau tembakan itu mengenai paha si ibu. Sekembalinya di rumah, si ibu baru merasa kesakitan.

"Dia baru tahu setelah keluar darah dari pahanya," ujarnya.

Polisi yang belakangan mengetahui korban kena luka tembak, langsung membawanya ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Sebutir peluru yang bersarang telah dikeluarkan dari paha ibu-ibu tersebut.

"Kami sudah meminta maaf atas kejadian ini, karena anggota juga saat itu sedang terluka ketika melepaskan tembakan. Kami juga bertanggung jawab mengobati biaya pengobatan korban," tutup Imam.

(mei/anw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini