"Harapan gubernur (DKI Jakarta Fauzi Bowo) pada semua kekuatan masyarakat termasuk Muhammadiyah, NU, Alwasiyah untuk melakukan konsolidasi internal sebagai filtrasi terhadap gerakan-gerakan radikal yang marak sekarang," ujar Ketua Muhammadiyah DKI Jakarta, Agus Suradika, usai bertemu dengan Fauzi Bowo, di Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (2/5/2011).
Suradika mengatakan, menghadapi kondisi seperti ini semua ormas Islam harus bersatu. Ormas yang saling mendukung diyakini bisa mengeliminasi gerakan radikal tersebut.
"Ini memang salah satu peran ormas Islam, itu bisa menjadi salah satu cara untuk mengeliminasi," katanya.
Suradika menjelaskan, Muhammadiyah sendiri berpandangan banyak sekali saat ini pemahaman yang menyimpang tentang makna berjihad. Dikatakanya, berjihad bukanlah berjuang dengan menggunakan alat yang menghancurkan kehidupan orang lain.
"Persepsi yang keliru pemahaman tentang jihad itu dalam kaitannya dengan implementasi sering jadi kekeliruan. Karena pemahaman yang keliru maka akhirnya melakukan terorisme. Maka itu kita meluruskan, bahwa jihad itu bukan membuat bom," jelas pria yang juga wakil kepada dinas pendidikan DKI Jakarta ini.
"Memang dari Islam ada perintah jihad, tapi yang dimaksud bukan buat bom, tapi berjuang menegakkan di jalan Allah," lanjutnya.
Muhammadiyah lanjutnya, juga akan melakukan pencegahan dini agar tidak ada satu pun kader mereka yang tersusupi ajaran menyimpang. Karena Muhammadiyah yakin bahwa niat gerakan itu tidak lebih dari sekadar mencari keuntungan ekonomi dengan memanfaatkan masyarakat golongan menengah.
"Persoalan terorisme kaitannya persoalan ekonomi, kelompok yang termarjinal secara ekonomi lalu bertemulah dengan komunitas tertentu untuk merusak citra. Riset terbatas yang bisa dilakukan memang kegiatan mereka ini lebih kepada ekonomi, makanya mereka yang mudah dicuci otaknya itu komunitas menengah," beber Suradika.
Kepada para pelajar dan mahasiswa yang umumnya menjadi korban, Suradika berpesan agar tidak mudah terpengaruh dengan tawaran apapun yang sifatnya ideologi. Saat ini ditingkat kampus, Muhammadiyah juga sedang gencar-gencarnya melakukan pencerahan agar mahasiswa mereka tidak lagi menjadi korban.
"Di kalangan kampus usahanya sangat serius melalui IMM, intra kampus senat dan sebagainya. Intinya perguruan tinggi Muhammadiyah cukup serius menghadapi masalah ini," tandasnya.
(lia/anw)











































