Koma di Dubai 2 Bulan, Syahminan Akhirnya Dipulangkan

Laporan dari Dubai

Koma di Dubai 2 Bulan, Syahminan Akhirnya Dipulangkan

- detikNews
Senin, 02 Mei 2011 17:15 WIB
Koma di Dubai 2 Bulan, Syahminan Akhirnya Dipulangkan
Dubai - Dalam perjalanan pulang dari ibadah umroh, Syahminan koma saat transit di Dubai. Selama 2 bulan di Rashid Hospital Dubai dia menjalani 3 kali operasi otak. Biro perjalanan Arronuna Tour menolak bertanggung jawab.

Syahminan Ruslan bin Aran (52 tahun), asal Sampit, Kalimantan Tengah, didampingi stri Ny. Mahriati Mukri Muhammad dan rombongan jemaah umroh baru saja usai menjalani ibadah dan dalam perjalanan kembali ke tanah air.

Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Ketika transit di Bandara Internasional Dubai, Syahminan tiba-tiba mengalami koma.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hasil diagnosis dokter menunjukkan bahwa Syahminan terkena infeksi otak akibat Cryptococcus yang dibawa burung merpati," tutur Sekretaris I KJRI DUbai Adiguna Wijaya kepada detikcom, Senin (2/5/2011).

Syahminan pun dilarikan ke Rashid Hospital Dubai, sebuah rumah sakit dengan fasilitas lengkap dan moderen. Selama 2 bulan sejak 9/3/2011 dirawat di sana, Syahminan telah menjalani operasi otak sebanyak 3 kali dengan total tagihan biaya mencapai AED 107.830,00 (sekitar USD 29.542,00).

Disebutkan bahwa pihak Biro Penyelenggara Haji & Umroh “Arronuna Tour”, Sampit, Kalimantan Tengah, menolak untuk bertanggung jawab atas musibah yang menimpa Syahminan dengan alasan tidak ada asuransi dan perjanjian sebelumnya.

Bantuan

Menanggapi permasalahan tersebut, KJRI Dubai kemudian secara aktif membantu proses perawatan Syahminan dengan pendampingan penuh dan fasilitasi akomodasi bagi isterinya.

Mengenai kesulitan biaya rumah sakit karena pihak keluarga berasal dari keluarga kurang mampu, KJRI Dubai telah berupaya menghubungi Bupati Kabupaten Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah, serta berbagai instansi terkait di Indonesia.

Pada akhirnya, Bupati Kabupaten Kota Waringin Timur mengirimkan hasil penggalangan dana pemda sebesar AED 39.606,39 (sekitar USD 10.851,06).

Sementara itu KJRI Dubai juga terus melakukan pendekatan dengan pihak Rashid Hospital dan mengirimkan surat untuk meminta keringanan biaya operasi dan perawatan Syahminan, yang jumlahnya sangat besar dan terus bertambah.

Sikap Rumah Sakit

Konsul Jenderal RI Mansyur Pangeran, didampingi Kepala Fungsi Konsuler dan Kepala Fungsi Penerangan melakukan pertemuan dengan Direktur Rashid Hospital Dr. Younis Kazim (28/4/2011), kepala Case Management Department Dr. Ayesha Saeed dan asistennya Dr. Nibras Mohammed Al Tayeb yang menangani kasus Syahminan.

Konjen menyampaikan apresiasi kepada Rashid Hospital, terutama tim dokter dan staf, yang telah menaruh perhatian khusus dalam penanganan Syahminan.

Dalam tanggapannya, Dr. Kazim menyatakan sangat menghargai kunjungan pihak KJRI Dubai yang concern pada warganya dan menyatakan rasa keprihatinan serta bersimpati atas kasus yang menimpa Syahminan.

Dr. Kazim juga melaporkan perkembangan kondisi Syahminan dan akan mencoba membantu membicarakan soal biaya perawatannya dengan manajemen.

Rashid Hospital akhirnya menyatakan membebaskan seluruh biaya operasi, obat-obatan dan perawatan Syahminan. Konjen menyambut keputusan ini dengan berterimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya.

KJRI Dubai selanjutnya juga akan mengembalikan dana bantuan dari Bupati dan Pemda Kabupaten Kota Waringin Timur, setelah dikurangi biaya pembelian kursi roda untuk Syahminan.

Membaik

Setelah pertemuan, Konjen dan staf didampingi Dr. Ayesha dan Dr. Nibras menjenguk Syahminan yang kondisinya semakin membaik. Dokumen untuk proses pemulangan Syahminan ke Indonesia, seperti Medical Report dan Medical Information for Fitness to Travel (MEDIF), juga telah disiapkan.

Sebelumnya dua pekan lalu telah dilakukan operasi ketiga untuk memasang shunt, saluran khusus untuk mengalirkan cairan berlebih di dalam otak, selanjutnya keluar melalui urine. Sejak itu, kondisi Syahminan semakin stabil dan membaik.

Bersama istrinya dan staf KJRI Dubai Irfan Maulana, Syahminan telah diterbangkan kembali ke tanah air dengan menggunakan maskapai penerbangan Emirates (1/5/2011) kemarin.

Menurut Konjen, langkah KJRI Dubai itu merupakan bagian dari tanggung jawab dan tugas untuk memberikan bantuan dan perlindungan sepenuhnya kepada para WNI yang mengalami masalah dan musibah di wilayah akreditasinya.

Dikatakan, penanganan kasus Syahminan berlangsung dengan baik berkat fasilitasi oleh Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI, kerjasama dengan maskapai penerbangan Emirates serta Bupati dan Pemda Kabupaten Kota Waringin Timur.

"Atas nama pribadi dan staf, saya menyampaikan simpati mendalam dan harapan bagi kesembuhan Pak Syahminan," pungkas Konjen.

(es/es)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini