"Umat Islam yang tercoreng. Jangan sampai umat Islam ini tercoreng hanya karena NII," kata Imam kepada wartawan usai bertemu Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/5/2011).
Imam yang pernah bekerjasama dengan Panji Gumilang ini menuturkan, mantan sejawatnya itu diyakini berkonspirasi dengan intelijen dalam beraktivitas sehingga bisa bebas melakukan tindakan yang menyimpang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imam mengaku, selama menjadi pentolan NII KW 9 dia melupakan keluarga dan terutama ibunya. Dia berharap, anak-anak yang sudah terjerumus kelompok NII KW 9 bisa bebas dan kembali ke keluarga.
"Saya terpanggil, akhirnya saya berinisiatif sebagai pimpinan supaya apa yang saya ungkap di media mendapat penyelesaian yang serius, supaya kader umat benar-benar tidak terganggu dalam masalah pendidikannya," tuturnya.
Saat ditemui beberapa wartawan, Jumat (29/4) Panji Gumilang membantah dia terkait NII. Bahkan dia menyebut NII sudah tamat. Dia juga membantah dirinya sebagai Abu Toto, pimpinan NII KW 9.
(ndr/asy)










































