"Dana obligasi sebagai dana awal pembangunan Al Zaytun sebesar Rp 250 miliar didepositokan ke Bank Century pada tahun 1992, waktu itu masih CIC. Pak Panji memang dekat dengan Robert Tantular pemilik Bank Century," ujar Menteri Peningkatan Produksi NII KW 9 tahun 1997-2003, Imam Supriyanto, saat diterima Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/5/2011).
Kedekatan Panji Gumilang dengan Robert yang tersangkut skandal Bank Century ini cukup lama. Kala itu Bank Century masih cikal bakalnya yakni Bank CIC. Bank CIC sendiri berkembang dari bisnis Money Changer yang dikembangkan oleh tante Robert Tantular.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Imam, itu barangkali pintu masuk yang mudah bagi Panji Gumilang untuk menyimpan deposito atas nama orang berbeda ke Bank Century. Panji Gumilang memang dikenal memiliki banyak nama alias.
"Kalau Abu Salam, Abu Maariq, Abu Toto, Syamsul Alam, itu sosoknya ya Panji Gumilang. Kan KTP dan datanya ada di Bank Century," paparnya.
Ia lalu mengungkap misi NII KW 9 untuk mengulang sejarah kesuksesan kembali NII pada tahun 1971. Kala itu Iman JI, Abu Bakar Baasyir sempat bergabung dengan NII.
"Abu Bakar Baasyir juga pernah masuk NII pada tahun 1970-an bersama Abdullah Sungkar. Beliu kerap mengirimkan orang ke Afganistan untuk pelatihan-pelatihan," ungkapnya.
Kala itu NII juga dikenal dekat dengan petinggi militer. Meski kini NII justru menjauhi militer.
"Mungkin Pak Hendro Priyono pernah mengeluarkan statement dulu, siapa yang berani menganggu Al Zaytun langkahi saya dulu," katanya.
(van/anw)











































