"Kalau dirunut lagi jauh kebelakang, benih dari NII adalah pemikiran radikal yang berkembang di masyarakat. Karena itu pemikiran tidak bisa dilawan represif fisik, pemikiran harus dilawan dengan pemikirian juga," ujar Mendiknas M Nuh di kantor Kemendiknas, Jl Sudirman, Jakarta (2/5/2011).
Menurut M Nuh, saat ini hal yang tepat dilakukan oleh sekolah dan kampus-kampus adalah mengetahui urgensi dari pentingnya pendidikan berbasis karakter yang sudah dicanangkan sejak 2010 lalu. Pendidikan berbasis karakter itu, lanjut M Nuh, tidak masuk kedalam pelajaran tertentu melainkan ke masuk ke semua mata pelajaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mencegah NII masuk kampus menurut M Nuh perlu ditumbuhkan dialog dan kajian keilmuan yang dapat menetralisir pemikiran radikal. Pihaknya sudah berkordinasi dengan kampus-kampus yang berada di bawah naungan Kemendiknas untuk melakukan diskusi yang membahas isu-isu kontemporer termasuk masalah NII untuk menekan ruang gerak pemikiran kelompok radikal tersebut.
"Saya tidak bisa memberikan instruksi atau imbauan kepada kampus tentang masalah pengontrolan NII. Karena kampus itu institusi mandiri dan mempunyai sifat self otonom," ucapnya.
(mpr/nvt)











































