"Mabes Polri mempunyai dugaan kuat ada orang lain yang bertindak sebagai pemberi dana untuk menyokong sepak terjang Pepi Fernando sebagai teroris," ujar Kabagpenum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar kepada wartawan melalui pesan singkat, Senin (2/5/2011).
Selama ini, kata Boy, hasil pemeriksaan penyidik, Pepi mengaku jaringan teroris baru. Namun penyidik masih menelusuri kemungkinan adanya atasan Pepi.
"Polisi tidak berhenti pada pernyataan Pepi yang mengaku jaringan teroris baru. Kita menduga ada orang yang menjadi atasan Pepi, masih kita dalami," jelasnya.
Boy mengatakan, penyidik masih kesulitan untuk membongkar jaringan Pepi Cs. Sebab, Pepi masih belum mau bekerja sama.
"Pepi belum terbuka soal kegiatannya selama ini. Termasuk di mana saja lokasi sasaran bom. Kita terus
selidiki," tandasnya.
Pepi Cs ditangkap terkait paket bom buku dan bom Serpong. Selain Pepi, Densus 88 juga menangkap 20 tersangka teroris lainnya yang masuk jaringan Pepi.
Sejumlah barang bukti berupa bahan peledak dan rakitan bom ditemukan di sejumlah tempat. Pepi Cs diketahui sebagai otak teror bom buku dan bom Serpong. Lulusan UIN Syarif Hidayatullah ini juga merencanakan pengeboman di Gereja Christ Katedral, Serpong pada malam Paskah.
(ape/anw)











































