Sunan PB XII Dimakamkan di Samping Pusara Kakeknya
Senin, 14 Jun 2004 23:20 WIB
Yogyakarta - Ribuan orang dari berbagai daerah menghadiri upacara pemakaman guna memberi penghormatan terakhir kepada Raja Keraton Kasunanan Surakarta Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buwono (PB) XII di kompleks makam raja-raja Mataram di Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Senin (14/6/2004).Jenazah Sunan PB XII dimakamkan di sebelah kanan pusara kakeknya Sunan PB X di Pasarehan Agung Girimulyo, Reh Surakarta Hadiningrat Kedaton kaping X. Pada saat jasad PBXII menuju tempat peristirahatan terakhirnya, ribuan orang tampak memadati kompleks makam mulai dari halaman Mesjid Pajimatan hingga pintu masuk makam.Bahkan ketika jenazah tiba sekitar pukul 13.00 WIB, ribuan orang sudah berjubel mulai dari halaman Mesjid Pajimatan sebelum tangga makam hingga Gapura Sapit Urang yang ada di depan pintu gerbang makam Raja Mataram Sultan Agung.Di Gapura Sapit Urang, dua buah bangunan tempat beristirahat peziarah dan di sekitar taman juga sudah dipadati warga sejak pagi hingga siang hari. Bahkan, menjelang kedatangan jenazah, jumlah orang yang berdatangan bertambah banyak.Saat jenazah tiba, langsung diusung menuju halaman Mesjid Pajimatan untuk dilakukan serah terima secara kemiliteran. Upacara serah terima secara kemiliteran dipimpin langsung Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Sunarso, dengan komandan lapangan Danrem 072/Pamungkas Kolonel Suwarno yang ditandai dengan tembakan salvo satu kali.Setelah itu, jenazah dibawa naik secara adat oleh para abdi dalem yang berjumlah sekitar 20-an menuju makam raja-raja Mataram yang berada di puncak bukit Imogiri. Dengan berjalan pelan diiringi doa, para abdi dalem mengusung peti jenazah yang beratnya mencapai 400-an kilogram.Meski sebagian besar para abdi dalem tersebut sudah berusia lanjut, namun mereka dengan ikhlas menunaikan tugasnya. Setapak demi setapak dengan diiringi lantunan doa, mereka menaiki anak tangga makam yang berjumlah sekitar 400-an anak tangga.Rombongan paling depan adalah pembawa foto almarhum yang diapit di kanan kiri oleh dua orang anggota TNI AD. Di belakangnya adalah para prajurit kraton yakniprajurit Tamtama, Jayengastro, Sorogeni dan Baki.Sedangkan di barisan belakang prajurit adalah para abdi dalem pembawa sesaji bersama para kerabat Keraton Surakarta Hadiningrat. Setelah itu diikuti rombongan pembawa peti jenazah.Ketika peti jenazah tiba di depan Gapura Sapit Urang, jumlah warga yang menyaksikan prosesi itu semakin berjubel hingga membuat petugas keamanan kerepotan. Warga pun saling berdesak-desakan di kanan-kiri pintu masuk mulai dari gapura makam Kasuwargan Paku Buwanan hingga gapura pintu masukGirimulyo.Sesaat kemudian, peti jenazah dibawa menuju kompleks makam Girimulyo. Di kompleks makam tersebut telah bersemayam kakek dan ayahanda PB XII yakni Sunan PB X dan Sunan PB XI serta ibunda dan kerabat keraton yang lainnya. Liang lahat yang menjadi peristirahatan terakhir Sunan PB XII berada di sebelah kanan pusara kakeknya Sunan PB X. Saat dimakamkan, tidak banyak warga yang dapat masuk hingga di depan pusara, hanya putra-putri PB XII dan kerabat keraton saja yang diperkenankan masuk. Adapun masyarakat umum harus rela menunggu hingga prosesi pemakaman selesai. Itu pun yang diperkenankan masuk adalah yang hanya mengenakan pakaian adat/beskap Solo.Ketika pemakaman usai, GRAy Kus Murtiyah, salah seorang putri Sunan PB XII yang saat ini menjadi anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu sempat menangis di depan pusara orang tuanya. Turut hadir dalam acara pemakaman itu antara lain anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari DKI Mooryati Soedibyo.
(ani/)