Bahas RUU Kementerian Negara di DPR, 5 Pasang Capres Absen
Senin, 14 Jun 2004 17:57 WIB
Jakarta - Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) DPR antara panitai khusus (Pansus) RUU Kementerian Negara dengan capres dan cawapres tidak dihadiri semua pasangan capres. Padahal rapat tersebut digelar untuk mendapat masukan dari mereka. Ketidakhadiran lima pasang capres itu disebabkan masing-masing sibuk dengan urusan kampanye.Rapat itu akhirnya hanya dihadiri tim suksesnya masing-masing pasangan capres. Dari tim sukses wiranto-Gus Solah diwakili Bomer Pasaribu. Pada kesempatan itu, ia menyatakan penyusunan lembaga kementerian tergantung pada variabel yang fleksibel yaitu visi, misi dan program presiden. "Oleh karena itu, undang-undang kementrian negara hanya wadah untuk merealisasikannya," kata Bomer disela-sela RDPU di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/6/2004).Sedangkan duet Mega-Hasyim diwakili oleh Soewarno, dia mengusulkan jumlah dan jenis kementrian tergantung pada program presiden sehingga tidak mungkin bagi DPR untuk mencampuri terlalu jauh soal pembentukan kabinet.Dari kubu Amien-Sis diwakili oleh wakil ketua tim sukses Icuk Zukafril. Ia mengaku belum ada usulan konkret, tetapi pihaknya akan memberi perhatian lebih pada beberapa bidang yang perlu ada mentrinya.Pasangan SBY-Kalla diwakili oleh TB Silalahi. Mantan meneg PAN ini menyatakan, sebaiknya pada satu tahun pertama presiden diberi kesempatan memilih menteri dan menyelesaikan masalah organisasi. Setelah itu, baru dibuat RUU Kementrian Negara.Sementara duet Hamzah-Agum diwakili oleh Direktur Kampanye A.Hasan Sadjili. Dia menyatakan pembentukan kementrian disesuaikan dengan visi dan misi presiden terpilih. Ia menngaku sudah menyiapkan susunan kabinet jika joganya terpilih.Anggota DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, Effendi Choirie menegaskan, meskipun kelima pasangan tidak hadir dalam forum itu, DPR sepakat RUU ini harus selesai sebelum berakhirnya masa jabatan DPR akhir tahun ini. Dengan demikian diharapkan sudah ada pijakan baru bagi presiden terpilih nantinya. "Ini tidak bisa ditawar meskipun ketua pansus ditawari uang oleh tim sukses," kata Choirie. Ia menambahkan, tim yang mewakili capres dan cawapres tidak siap dengan konsepnya, "tidak banyak yang diperoleh pada rapat hari ini," kata dia.
(dsb/)











































