"Kami mantan karyawan Mc Donalds yang sudah dikeluarkan tanpa adanya pesangon. Setelah Mc D dibeli Tony Jack, kami sempat kerja di sana tapi tidak lama, karena mereka bangkrut. Janjinya kami akan dikasih uang pesangon tapi sampai sekarang belum turun," keluh Samsul yang didaulat menjadi juru bicara kelompok buruh tuna wicara.
Pernyataan tersebut disampaikan Samsul di sela aksi Hari Buruh di depan Istana Negara, Jl Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Minggu (1/5). Dalam perbincangan tersebut, Samsul dibantu alat bantu dengar yang menempel di telinga kanannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika kami tidak dipekerjakan lagi, gaji, pesangon, jamsostek dan uang THR lenyap bersama pekerjaan kami," ujar pria yang dulu bekerja sebagai juru masak.
Selain ada yang bekerja di dapur, beberapa diantaranya dipekerjakan sebagai cleaning service. meski demikian, mereka mensyukuri pekerjaan yang pernah dilakoni bersama karyawan tuna wicara lainnya dapat menghidupi keluarga mereka.
"Kami datang ke sini untuk minta bantuan pak SBY agar memperhatikan para tuna wicara dan tuna rungu seperti kami. Kami hanya ingin hak kami terwujud," katanya sembari mengusap keringat di kening.
Sore tiba, para demonstran yang merayakan Mayday berangsur meninggalkan lokasi aksi, termasuk kelompok buruh tuna wicara. Satu persatu dari mereka berpamitan dan mengucap terima kasih dengan bahasa isyarat yang biasa mereka sampaikan.
(feb/ahy)











































