Tim SBY-JK Jatim Laporkan Selebaran Black Campaign

Tim SBY-JK Jatim Laporkan Selebaran Black Campaign

- detikNews
Senin, 14 Jun 2004 17:24 WIB
Surabaya - Tim kampanye SBY-JK (Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla) Jawa Timur melaporkan adanya selebaran gelap yang dinilai sebagai black campaign dan berbau SARA kepada Polda dan Panswalu Jawa Timur."Tadi temuan itu sudah kita laporkan ke Panwaslu dan Polda Jawa Timur, " kata Ketua Tim Kampanye SBY-JK Jatim Fandi Utomo di kantornya, Jl. Kayun, Surabaya, Senin (14/6/2004). Fandi didampingi Wakil Ketua Tim SBY-JK Jatim, Ahmad Mustain Syafii.Menurut Fandi, temuan ini berawal dari diperolehnya faksimili atas nama Menang MAR Jatim 2004 dengan nomer faksimili 031-8476480 tanggal 4 Juni 2004 pukul 04.37 WIB. Faksimili diterima salah seorang simpatisan SBY yang kemudian melaporkan ke tim kampanye.Faksimili tersebut, yang ditunjukan kepada wartawan, berisi peringatan kepada kaum muslim untuk tidak memilih SBY dalam Pemilu Presiden. Sebab mayoritas pengurus dan caleg dari Partai Demokrat beragama nonmuslim. Semula faksimili ini dianggap tidak serius oleh Fandi. "Saya kira itu faks main-main. Tapi ternyata selebaran serupa juga dibagi-bagikan usai salat Jumat di beberapa tempat di Jawa Timur," ujar Fandi. Dicontohkan, selebaran tersebut diperolehnya usai salat Jumat kemarin di Masjid Simoredjo III. "Bahkan kita temukan juga di sejumlah rumah sakit," ujar Fandi.Ditegaskan Fandi, pihaknya tidak mau menuduh siapa-siapa di balik penyebaran selebaran ini. "Kita hanya menyampaikan fakta ke Panwaslu dan Polda untuk ditindaklanjuti. Kita tidak ingin muncul dampak negatif dari selebaran berbau SARA ini."Koleganya, Mustain, menambahkan setelah dicek pengirim faksimili tersebut beralamat Jalan Kertomenanggal No.1, Surabaya. Tapi Mustain menolak menjelaskan apakah itu alamat dari simpatisan capres tertentu. "Anda bisa mengecek sendiri," katanya.Wartawan detikcom kemudian mencoba menelpon ke nomer dimaksud sekitar pukul 17.03 WIB. Telepon diangkat oleh seorang pria. "Halo, halo" kata pria tersebut, lalu menutup telepon. Ketika kembali dihubungi, yang ada adalah nada sibuk. (gtp/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads