"Sudah ditunggu bis di Bundaran HI, sampai jam empat sore paling telat," ujar Lia, salah seorang pengunjuk rasa dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesi (FSPMI), Minggu (1/5/2011).
Kepada detikcom di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Lia mengaku akan pulang ke Karawang. Rombongannya yang terdiri dari dua ribuan orang, tidak hanya berasal dari pabrik suku cadang mesin tempat dirinya mencari nafkah selama enam tahun terakhir. Melainkan, banyak juga buruh dari pabrik-pabrik lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian pagar kawat berduri yang memisahkan Istana Merdeka dengan Jl Medan Merdeka Utara, masih terpasang. Di sana tertempel poster dan spanduk berisi tuntungan para buruh peserta peringatan Hari Buruh Internasional, di antaranya adalah 'Selamatkan Buruh Pensiun' dan 'Tolong Buruh Sakit, Banyak yang Nggak Sembuh-sembuh'.
Sepeninggal massa buruh, giliran 'pasukan' penyapu jalan yang terjun ke lokasi. Belasan orang berpakaian warna oranye itu bergerak cepat menyapu sampah-sampah sisa makanan yang ditinggalkan massa pengunjuk rasa.
(lh/fay)











































