Sebelum bubar, massa buruh dari Front Oposisi Rakyat Indonesia (FORI) ini sempat terlibat saling dorong dengan aparat polisi yang berjaga. Dengan menggunakan tali tambang, polisi merapatkan barisan dan dengan gigih menghalau dorongan dari buruh.
"Kami ingin massa buruh menduduki bandara, karena bandara obyek vital negara dan tuntutan kami ingin didengar, sebab kami sudah bosan di DPRD dan kantor Gubernur. Suara kami tidak didengar di sana," kata Jenderal Lapangan FORI, Muchtar Guntur saat berorasi di depan aparat yang berjaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat buruh beranjak meninggalkan lokasi, puluhan polisi yang berjaga di jalan masuk bandara langsung bersorak-sorai. "Horee," teriak mereka serentak.
Massa buruh lalu melanjutkan aksinya di kantor PT Kawasan Industri Makassar (KIMA).
(mna/gun)










































