AS akan Terus Tahan Ribuan Tawanan Irak

AS akan Terus Tahan Ribuan Tawanan Irak

- detikNews
Senin, 14 Jun 2004 16:45 WIB
Jakarta - Amerika Serikat akan terus menahan ribuan tahanan Irak, bahkan setelah penyerahan kekuasaan di Irak pada 30 Juni mendatang. Mereka yang dianggap sebagai ancaman bagi koalisi dan akan terus dipenjara itu berjumlah antara 4.000 dan 5.000 tahanan.Demikian disampaikan seorang juru bicara militer AS, Letkol. Barry Johnson seperti diberitakan kantor berita Associated Press (AP), Senin (14/6/2004).Sebanyak 1.400 tahanan akan dibebaskan atau dialihkan ke otoritas Irak setelah penyerahan kekuasaan ke pemerintah interim Irak. Dikatakan Johnson, militer AS juga akan terus mengelola penjara Abu Gharib, sumber skandal penyiksaan tahanan Irak oleh tentara AS.Sebelumnya Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mendesak agar semua tahanan perang Irak dan warga sipil yang ditahan, dibebaskan setelah transfer kedaulatan, 30 Juni mendatang. "Jika kita menganggap pendudukan berakhir 30 Juni, itu artinya akhir dari konflik bersenjata internasional," ujar Nada Doumani, juru bicara ICRC. "Karena itu semua orang yang ditahan sehubungan dengan konflik itu harus dibebaskan kecuali ada tuduhan resmi atas mereka," imbuhnya.Meski Irak akan dipimpin pemerintah mereka sendiri setelah 30 Juni, namun pasukan AS dan koalisi lainnya akan tetap berada di negeri itu untuk membantu memulihkan keamanan. Ini sesuai resolusi PBB yang disetujui secara bulat oleh seluruh anggota Dewan Keamanan PBB, pekan lalu. (ita/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads