Demikian salah satu kesimpulan Pertemuan Tahunan V Indonesian Economic and Trade Office to Taipei (IEOTO/Kantor Dagang Ekonomi Indonesia di Taipei, Taiwan) dengan Taiwan Economic Trade Office (TETO), yang diadakan di Taipei, Jumat (29/4).
Pertemuan itu terkait peningkatan kerjasama penempatan dan perlindungan TKI di Taiwan. KDEI/IETO merupakan Perwakilan RI yang perannya antara lain melayani TKI di Taiwan, sedangkan TETO selaku wakil pemerintah Taiwan di Jakarta yang memberi izin TKI berangkat ke Taiwan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebiasaan ini seharusnya dilakukan oleh TKI karena masyarakat Indonesia juga menyukai kebersihan, namun ternyata hal itu tidak selalu dilakukan TKI," ucap Jumhur dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (30/4/2011).
Atas pemintaan Taiwan itu, terang Jumhur, BNP2TKI akan menerapkan latihan dan pembentukan budaya cuci tangan TKI melalui Balai Latihan Kerja Luar Negeri dalam melatih calon TKI yang akan bekerja di luar negeri, khususnya calon TKI untuk penempatan Taiwan.
"Jadi, akan ada upaya penambahan materi pengelolaan kebersihan diri dan membangun karakter atau pribadi TKI yang bersih, karenanya BLKLN harus memiliki sarana dan prasarana terkait pelatihan calon TKI ke luar negeri yang mensyaratkan hal itu," cetusnya.
(irw/irw)











































