Pengamat Sejarah Darul Islam/NII Solahudin mengatakan, mengapa keberadaan NII KW9 tetap eksis saat ini salah satunya karena memang dipelihara oleh penguasa. Eksistensi NII KW9 yang mempunyai banyak pengikut membuat politikus tertarik untuk 'bersahabat'.
"Banyak kasus kedekatan dengan para politisi dan penguasa dan para penguasa. Ada kedekatan Al Zaytun dengan Soeharto. Karena ada gedung di dalam pesantren itu namanya Muhammad Soeharto. Penguasa mengerti betull bahwa NII memiliki basis," kata Solahudin saat diskusi 'Polemik Trijaya' di restoran warung daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (30/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Solahudin tidak menampik NII KW9 sengaja dipelihara oleh penguasa karena memang memiliki kader dengan basis yang kuat. Kekuatan kader ini yang memancing pejabat atau siapa saja secara politik sangat menguntungkan.
"Memang Al Zaytun ini ada hubungan yang misterius dengan politisi dan penguasa. Kenapa bisa cukup dekat? Lebih pada sebuah kekuatan politik yang dianggap signifikan," imbuhnya.
Sayangnya, kata Solahudin, sikap pragmatis penguasa itulah yang justru membuat masalah NII KW9 semakin besar. Dampak keutuhan Pancasila dan korban-korban NII KW9 seharusnya menjadi prinsip pemerintah dan penguasa menentukan sikap yang tegas.
"Justru semestinya penguasa atau pejabat menekan agar NII KW 9 ini tidak malah menyebar. Karena akan sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI," tegasnya.
Aktivis Moderat Muslim Society Zuhairi Misrawi menambahkan, pemerintah harus memastikan agar penanganan NII KW9 bebas dari kepentingan. Jangan sampai, pemerintah memelihara atau bahkan membiarkan korban NII berjatuhan.
"Ini yang harus dipertanyakan. Apa memang NII KW9 ini dipelihara penguasa? Saya rasa harus ada tindakan tegas untuk mereka (NII)," tambahnya.
(ape/mad)











































