Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin mengkritik keras upaya pemerintah dalam melindungi warga negara Indonesia. Utamnya menyangkut pembebasan sandera kapal MV Sinar Kudus yang ditahan perompak Somalia.
"Drama perompakan kapal Sinar Kudus oleh perompak Somalia sudah berjalan 45 hari . Nasib 20 pelaut Indonesia yang disandera perompak Somalia sampai saat ini pasti sudah sangat memprihatinkan ," kritik Hasanuddin.
Hal ini disampaikan Hasanuddin kepada detikcom, Sabtu (30/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana makanan mereka ? Kesehatan mereka ? Bahkan dimana posisi mereka sekarang ? Tak ada penjelasan dari pemerintah sedikitpun , pemerintah terkesan menutup diri dan tak berminat lagi melindungi warga negaranya," keluhnya.
Seharusnya, menurut politisi Senior PDIP ini, pemerintah berperan aktif dalam upaya pembebasan sandera. Bukan malah diam menunggu tawar menawar dengan perompak Somalia yang dilakukan perusahaan operator kapal MV Sinar Kudus.
"Malah menyerahkan nasib para pelaut itu kepada tawar menawar perusahaan dengan perompak . Lalu dimana peran negara ? Pemerintah diam seribu bahasa. Dibayar tidak, diserbu pun juga tidak ! Pemerintahan ini sepertinya sudah tak efektif lagi," tukasnya.
20 Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia di kapal MV Sinar Kudus masih belum lepas dari cengkeraman perompak Somalia. Pemerintah masih berusaha memfasilitasi penyerahan tebusan kepada perompak yang belum juga mencapai kata sepakat.
(van/gah)











































