611 Sekolah yang Dibakar di Aceh Segera Dibangun
Senin, 14 Jun 2004 15:40 WIB
Banda Aceh - Sebanyak 611 sekolah yang dibakar di Aceh dalam kurun waktu satu tahun ini, ketika darurat militer diberlakukan, akan segera dibangun. Dana pembangunan bersumber dari APBN, APBD dan bantuan gubernur se-Indonesia sekitar Rp 11 miliar.Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Drs Anas M.Adam,M Pd pada wartawan di Banda Aceh, Senin (14/6/2004). Lebih lanjut Anas mengatakan, gedung sekolah yang dibakar di Aceh, sampai ini telah mencapai sekitar 1.158 unit."Dalam catatan Dinas Pendidikan NAD, aksi pembakaran sekolah telah terjadi sejak tahun 1992 - 2002. Dalam kurun waktu tersebut, telah dibakar 547 sekolah di Aceh. Selama darurat militer, 611 gedung," jelasnya.Pada Sabtu pekan lalu, gedung SMU 2 Bandar Baru, Pidie dibangun dengan dana bantuan Gubernur DKI Sutiyoso. Bantuan gubernur lainnya, disalurkan ke setiap kabupaten/kota di Aceh sebesar Rp 500 juta. Di samping itu, Pemda NAD pada tahun 2004 ini, juga telah mengalokasikan dana sebesar Rp 60 miliar untuk membangun semua sekolah di Aceh. Tak heran disebutkan Anas, mutu pendidikan di Aceh menurun. Dan hal itu berpengaruh kepada penerimaan siswa-siswa Aceh yang akan bersekolah di luar Aceh. Untuk itu, pihaknya mengimbau agar tidak ada lagi pihak-pihak yang membakar sekolah, karena hal itu hanya akan merugikan rakyat Aceh.
(asy/)











































