Anas dan Ibas Pernah Kunjungi Al Zaytun

Anas dan Ibas Pernah Kunjungi Al Zaytun

- detikNews
Jumat, 29 Apr 2011 20:28 WIB
Anas dan Ibas Pernah Kunjungi Al Zaytun
Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Sekjennya Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas ternyata pernah mengunjungi Pondok Pesantren Al Zaytun. Anas dan Ibas mengunjungi Al Zaytun pada Kamis 17 Maret 2011 lalu. Menurut Ketua Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang, kedatangan Anas dan rombongan semata hanya untuk menjalin silaturahim saja.

"Iya benar, Anas dan Ibas ke sini. Ya cuma silaturahim saja, masa orang mau silaturahim kita tolak," terang Panji sambil tersenyum kepada detikcom, di komplek kampus Al Zaytun di Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (29/4/2011).

Panji enggan menjelaskan lebih lanjut perihal kedatangan kedua petinggi Demokrat itu. Menurut Panji ponpesnya memang sering didatangi tokoh-tokoh nasional. Presiden Soeharto, BJ Habibie pernah mengunjungi Al Zaytun, bahkan BJ Habibie lah yang meresmikan Ponpes ini waktu masih menjabat sebagai presiden RI di tahun 1999.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Prasasti peresmian Al Zaytun ini ditandatangi oleh Presiden BJ Habibie. Soeharto juga pernah ke sini, dan namanya diabadikan menjadi nama salah satu gedung belajar," terangnya.

Panji juga tidak membantah bahwa dirinya memiliki kedekatan dengan Wiranto dan Mantan Kepala BIN Hendropriyono. Bahkan keduanya sering bertandang ke Ponpes megah itu.

"Iya saya dekat dengan Pak Wiranto dan Pak Hendro. Waktu saya nikahkan anak saya, saya juga minta pak Wiranto untuk memberi nasehat pernikahan, kita memang dekat. Mereka sering ke sini," terangnya.

Saat ditanya apakah kedekatan dengan Wiranto dalam rangka untuk mendukung pencapresan Wiranto pada Pilpres 2004 lalu, Panji tidak membantahnya. Namun hal tersebut dilakukan bukan dikarenakan adanya sumbangan dari Ketua Umum Partai Hanura ini.

"Saya memberikan suara karena hati, bukan karena disuap atau sumbangan apalah. Jangan kalian menilai rendah seorang Panji Gumilang sebagai orang yang bisa menerima sogokan," tegas Panji.

Saat Pilpres 2004 lalu, pasangan Wiranto dan Gus Solah memang menang telak di Al Zaytun. Karena dianggap mencurigakan, dilakukan pencoblosan ulang di TPS Al Zaytun.

"Tapi saya tolak, masa saya harus nyoblos dua kali, padahal satu kali saja sah," imbuhnya.

(her/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads