Overlap Mega Sebagai Presiden & Capres Tak Terhindarkan
Senin, 14 Jun 2004 15:10 WIB
Jakarta - Peran Megawati sebagai Presiden RI yang sedang melakukan kunjungan kerja dan calon presiden yang sedang berkampanye dinilai sering overlap atau tumpang tindih. Menurut Sekretaris Negara Bambang Kesowo, hal tersebut sulit dihindarkan."Di Amerika Serikat, itu namanya keuntungan incumbent president atau presiden yang masih menjabat. Selalu begitu. Jadi, di atas angin," kata Kesowo menjawab pertanyaan wartawan usai rapat kabinet terbatas di Istana Negara, Jl. Veteran, Jakarta, Senin (14/6/2004).Jadi, menurut Kesowo, masalah tumpang tindih peran Mega sebagai presiden sekaligus capres ini tidak perlu dipersoalkan. "Masalah overlap tidak bisa dielakkan. Jadi itu tidak usah dipersoalkan. Kalau dia nanti bukan berstatus presiden (dalam kunjungan ke daerah), terus presidennya siapa? "Ketika ditanya apakah tidak bisa diatur kapan Mega melakukan kegiatan sebagai presiden dan kapan berkampanye, Kesowo menjawab,"Ya, maunya begitu. Tapi kalau nanti sampeyan jadi presiden, juga akan begitu."Tentang penggunaan fasilitas negara selama kampanye, Kesowo menyatakan baik Mega maupun Hamzah Haz tidak menggunakannya. "Yang namanya presiden, saya pikir, mereka berdua sudah bisa membedakan itu. Tapi, kalau biaya kampanye, saya kira mereka biaya sendiri. Negara paling-paling pengawalan dan angkutan."Sedang soal cuti, Kesowo menyatakan bahwa bagi presiden tidak ada cuti. Tapi Presiden Megawati dan Hamsah Haz mengusahakan ada pembagian jadwal agar tidak tabrakan. Walau begitu diakui Kesowo ada tiga kali jadwal kampanye Mega dan Hamzah yang harinya bersamaan."Makanya beliau mengusahakan kampanye setengah hari. Seperti hari ini diusahakan yang satu pagi, kemudian yang satu sesudah setengah hari atau sore. Seperti sore ini Ibu kampanye ke Tangeran dan Lebak," demikian penjelasan Bambang Kesowo.
(gtp/)











































