Hujan abu terjadi Jumat (29/4/2011) sekitar pukul 10.40-11.20 WIB. Pernyataan itu disampaikan oleh petugas pemantau Gunung Merapi Ismail saat ditemui detikcom di Pos Pemantauan Merapi Babadan, Kecamatan Dukun, Magelang, Jateng.
"Memang benar telah terjadi hujan abu di wilayah barat kawasan puncak Merapi dimulai sekitar pukul 10.40 WIB. Namun hanya sebentar terjadinya. Sangat tipis," ungkap Ismail.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketinggian asap gas yang terjadi akibat dorongan magma dari dalam sekitar 125 meter menuju ke arah barat laut," jelas Ismail.
Ismail menuturkan hujan abu yang terjadi tidak membahayakan karena dalam jumlah dan volume yang rendah. Dia menyatakan agar penduduk sekitar lereng Merapi tidak usah khawatir karena status Merapi masih waspada pada level dua.
Dari pantauan detikcom, beberapa desa yang terkena hujan abu antara lain di Desa Keteb, Kecamatan Sawangan; Desa Babadan, Kecamatan Dukun; dan Desa Tlogolele, Kecamatan Dukun yang merupakan wilayah perbatasan antara Kabupaten Magelang dan Kabupaten Boyolali.
Β
Agus Suyono(45) warga Dusun Ketep, Desa Keteb, Kecamatan Sawangan saat ditemui di sekitar obyek wisata Ketep Pass, Kabupaten Magelang membenarkan bahwa hujan abu telah terjadi.
"Cuma sebentar hujan abunya. Tetapi tidak membahayakan karena tipis. Cuma beberapa motor dan mobil sempat berhenti sebentar saat hujan abu terjadi," ujar Agus yang berprofesi sebagai penjual jagung bakar ini.
Agus menceritakan, sejak erupsi Merapi dan banjir lahar dingin, sudah dua kali terjadi hujan abu Merapi. Namun, hujan abu itu masih dalam intensitas yang rendah dan tidak membahayakan bagi pemakai jalan maupun penduduk setempat.
"Sudah biasa, Mas. Kalau semalam terdengar gemuruh maka pagi atau siang dan sore hari Merapi pasti akan batuk istilahnya penduduk sini," jelas Agus
(fay/fay)











































