"Itu kita kecolongan betul. Mereka bahkan bisa merekrut anak-anak UIN. Salah satu upayanya adalah kita harus perbaiki intrakurikulumnya," ujar Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj dalam istighotsah di Masjid Al Makmur, Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (29/4/2011).
Intrakurikulum yang dimaksud adalah kembali pada Islam yang selalu mengajarkan ajaran-ajaran yang ditumbuhkan oleh para walisongo dan para nabi. Ketika ditanya apakah ada keterkaitan antara NII KW 9 dan Al Zaytun, menurut Said, hal itu merupakan urusan polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Said menyesalkan anak-anak muda yang tergabung dalam kelompok tersebut. "Ini anak-anak baru kenal Islam kemarin, baru ikut pesantren dua minggu sudah berani mengobrak-abrik ajaran agama Islam," sesalnya.
Menurutnya, jika kelompok tersebut menganut dan mengajarkan ajaran yang keras dan ingin mengacak-acak agama Islam, maka layak untuk diusir. "Ini sudah lampu merah. Ini sudah mengancam Bhinneka Tunggal Ika. Kita harus melawan bersama," tambah Said.
(vit/nrl)











































