"Setelah ujian tawuran dan coret-coret, itu sangat prihatin sekali sebetulnya," ujar Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, di sela-sela rapat paripurna di Gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (29/4/2011).
Taufik menambahkan, Disdik akan mengadakan tinjauan langsung ke sekolah-sekolah yang siswanya terlibat aksi brutal seperti itu. Disdik juga akan memantau sejauh mana sistem pembinaan di sekolah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taufik menyarankan kepada anak didik memilih kegiatan positif untuk merayakan kesuksesan mereka. Karena aksi seperti itu sesungguhnya menunjukkan betapa rendahnya intelektual si anak.
"Ini tidak hanya menyangkut intelektual, tetapi juga menyangkut masalah mental. Alangkah baiknya kalau baju tersebut di berikan kepada yang lebih membutuhkan," jelas pria berkacamata ini.
Agar ini tidak terus berulang, Taufik berjanji Disdik DKI akan terus bersinergi dengan suku dinas dan semua sekolah-sekolah. Karena memang ini harus di tangani dan di selesaikan secara tegas.
"Sanksinya seperti hukum masyarakatlah. Karena unsur masyarakat yang tidak ingin melihat itu juga, kemudian merespons," bebernya.
(lia/anw)











































