Antisipasi Ajaran Radikal, Disdik DKI Imbau Sekolah Pantau Ekskul

Antisipasi Ajaran Radikal, Disdik DKI Imbau Sekolah Pantau Ekskul

- detikNews
Jumat, 29 Apr 2011 13:31 WIB
Jakarta - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta prihatin dengan kembali merebakknya gerakan radikal seperti Negara Islam Indonesia (NII). Disdik DKI meminta sekolah-sekolah lebih aktif memantau kegiatan ekstra kurikuler siswa yang dilaksanakan dalam ruangan tertutup.

"Harus disediakan tempat kegiatan ekstra, yang sifatnya bisa dipantau oleh pihak sekolah," ujar Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, saat ditemui disela-sela rapat paripurna DPRD, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (29/4/2011).

Taufik mengatakan, pemantauan itu untuk mencegah adanya pembinaan di luar kegiatan seharusnya. Menurutnya, lebih baik mendeteksi sejak dini daripada kebablasan sesudahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kegiatan drumband ada formatnya, kegiatan basket juga tetap aja ada formatnya, nah ini yang sifatnya dalam ruangan lebih dipantai lebih jauh, baik di dalam atau luar sekolah," katanya.

Taufik tidak menjelaskan secara rinci ekskul tertutup seperti apa yang dimaksudnya. Yang jelas pihak sekolah harus memantau semua ekskul yang ada.

"Karena kaitannya begini, memang untuk pembinaan yang sifatnya keagamaan, jangan hanya karena itu pembinaan rohisnya yang dikatakan bisa disalahgunakan tapi memang itu juga salah satu yang dicermati," imbuh pria berkacamata ini.

Dalam dunia pendidikan, lanjut Taufik, ada 5 aspek yang harus diperhatikan guru maupun orang tua murid sebagai pendidik. Yaitu kecerdasan intelektual, kecerdasan sosial, kecerdasan moral, kecerdasan mental, dan kecerdasan spriritual.

"Maka itu kita mau ada pembinaan menyeluruh dan dilakukan semua pihak terkait," tambahnya.

Sejauh ini, Disdik DKI telah mengimbau kepada suku dinas pendidikan di daerah untuk terus mengingatkan kepala sekolah melakukan pembinaan di lingkungan sekolah secara intensif.

"Saya juga sudah ingatkan kepada Kesudin yang membina teman-teman kepala sekolah di wilayahnya, agar memberi pengarah secara intensif. Karena pembinaan anak-anak tanggung jawab kita bersama," tandasnya.

(lia/anw)


Berita Terkait