Hendropriyono: Tidak Benar NII Dibekingi Intelijen

Hendropriyono: Tidak Benar NII Dibekingi Intelijen

- detikNews
Jumat, 29 Apr 2011 12:52 WIB
Jakarta - Eks Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Hendropriyono menyangkal kabar NII dibekingi intelijen. Ia bilang, NII dahulu dianggap enteng karena tidak memakai kekerasan.

"Tidak benar (dibekingi intelijen). Kita harusnya mengerti, kita sedang dalam panggung apa. Kita sekarang perang psikologi, perang memutarbalikkan fakta dan fitnah memfitnah," kata Hendropriyono usai melawat di kediaman mendiang Theo Syafei, Jalan Raya Mabes Hankam T 65, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (29/4/2011).

Dikatakan dia, gerakan NII tertutup dan disebut gerakan bawah tanah untuk menarik hati masyarakat, kemudian merebut pikirannya. Sesudah itu mewadahi dalam suatu organisasi dan baru melancarkan pemberontakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu memang konsep pasca Kartosoewirjo, hanya tidak terangkat ke permukaan. Dulu tidak begitu dianggap membahayakan, tetapi sekarang timbul gejolak di masyarakat karena adanya brainwashing dan lain-lain," ujarnya.

Menurut Hendro, suburnya gerakan NII terjadi karena sudah melupakan pembinaan teritorial.

Apa ada pembiaran? "Pembiaran disengaja dan atau tidak disengaja karena kita sibuk dengan ancaman fisik berupa bom. Tetapi hal yang tidak fisik, yang sifatnya psikologis kurang mendapat perhatian," kata Hendropriyono.

"Bukan pembiaran tetapi prioritasnya adalah ancaman fisik, dulu kan ada bom Bali. Dulu kita anggap masyarakat cukup cerdas jika ada omongan yang aneh ah tidak dianggap tetap ternyata masyarakat belum cukup cerdas," lanjut Hendro yang cukup dekat dengan Panji Gumilang, pimpinan Ponpes Al Zaytun, Indramayu, Jabar, ini.

Untuk mengetahui peta NII, ada baiknya membaca pendapat peneliti Sidney Jones. Dia menuturkan, NII memiliki sejumlah faksi.

"Tidak ada satu NII, ada banyak. Kalau di media ada berita anak-anak kena cuci otak, cari uang dan sebagainya, semua peristiwa itu dikaitkan ke KW 9 yang dipimpin Panji Gumilang. Kalau Pepi yang katanya direkrut oleh NII, tidak ada hubungan dengan KW 9," kata Jones, Kamis (28/4).

Menurut Sidney, NII KW 9 pimpinan Panji Gumilang alias Abu Toto tidak bergerak di bidang terorisme. "Abu Toto tidak dilihat sebagai teroris tetapi sebagai penipu besar. Dan memang ada yang didorong ke daerah-daerah untuk cari uang. Banyak kasus mahasiswa hilang justru karena KW 9 sedang kesulitan finansial dan mereka mencari uang terus menerus," katanya.


(aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads