"Insya Allah sore nanti kami mau rapat dengan kelompok-kelompok terkait yang menuding terjemahan Alquran salah satu faktor yang mengubah orang di Indonesia menjadi teroris," ujar Dirjen Bimas Islam Kemenag Prof Dr Nasaruddin Umar ketika berbincang dengan detikcom, Jumat (29/4/2011).
Nasaruddin mengatakan salah satu yang mengusulkan pemikiran itu adalah Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang akan diundang untuk menyampaikan alasannya. Kemenag juga akan mengundang para pakar tafsir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya terlalu berisiko mengubah terjemahan Alquran walaupun pemerintah tidak keberatan. Namun harus ada standar nilai yang dijadikan acuan, tidak bisa atas dasar argumentasi satu atau dua orang.
"Indonesia itu korban, Indonesia bukan penyebab, ketumpahan saja negara yang bermasalah dari sana, teroris itu nggak baca terjemahan," jelasnya.
(nwk/nrl)










































