Pagi ini, DPRD DKI Jakarta mengadakan rapat paripurna istimewa dengan agenda rekomendasi DPRD DKI Jakarta terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Jakarta 2010. Entah karena kelelahan membaca LKPJ setebal 29 halaman atau karena konsentrasi buyar, Wakil Ketua DPRD DKI Lulung Lunggana salah menyebut salah satu poin dalam LKPJ tersebut.
"Selanjutnya DPRD Provinsi DKI Jakarta akan menyoroti Bidang Perekomian. Terhadap hal tersebut DPRD DKI memberikan beberapa rekomendasi, sebagai berikut," ujar Lulung saat membacakan LKPJ di Gedung DPRD DKI Jl Kebon Sirik, Jakarta Pusat, Jumat (29/4/2011). Dalam paripurna ini hadir pula Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harusnya Lulung menyebut poin keempat itu tentang urusan penanaman modal. Tapi yang terjadi, Lulung menyebutkan poin itu malah urusan tentang perempuan.
"Poin keempat urusan perempuan, maaf urusan penanaman modal," ralat Lulung.
Sontak kejadian ini mengundang tawa para anggota dewan lainnya. "Maaf salah, habis minum," jelas Lulung yang juga politisi PPP ini.
Sampai saat ini, pembacaan LPKJ masih terus berlangsung. Pantauan detikcom, hanya setengah dari anggota DPRD yang mengikuti paripurna dari total seluruhnya yang mencapai 94 orang.
(lia/vit)











































