"Kenangan yang mengesankan ketika belau menjadi anggota fraksi. Beliau memiliki kesibukan yang sangat tinggi. Akhirnya beliau mundur, beliau bilang saya nggak enak Mas Tjahjo, saya jarang masuk rapat-rapat, sebaiknya beliau mundur," ujar Tjahjo.
Tjahjo mengatakan itu di rumah duka, Jl Raya Mabes Hankam T 65 Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (29/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tjahjo mengaku kenal dengan Theo sejak mantan Panglima Kodam IX/Udayana 1993-1994 itu menjadi kolonel. Theo dikenalnya sebagai orang yang memiliki kemampuan intelijen kuat.
"Beliau dulu berani mengundang Ibu Megawati ke sekolah staf perwira. 14 Tahun lalu beliau masuk ke PDIP dan dua kali menjadi ketua DPP," kenang Tjahjo.
Theo meninggal pada hari ini pukul 00.50 WIB di kediamannya. Dia pernah menjabat sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI tahun 1994-1995. Selain itu, Theo pernah menjadi anggota DPR di Komisi I.
Theo dilahirkan di Sulawesi Selatan, Juni 1941 lalu. Ia memiliki seorang istri dan empat anak, salah satunya adalah pengamat militer Andi Widjajanto. Theo akan dimakamkan Sabtu (30/4) besok di TMP Kalibata.
(nik/nrl)
