"Masalahnya bukan kelebihan kapasitas penggunaan, tapi pada ketimpangan distribusi energi listrik, ketidakmampuan pemerintah mempersiapkan energi listrik untuk rakyat," kata Direktur Eksekutif Walhi, Berry Nahdian Forqan kepada detikcom, Jumat (29/4/2011).
Berry menjelaskan, di Jakarta, warga sampai harus diberi imbauan untuk mematikan listrik. Namun di sejumlah daerah, tanpa harus diimbau pun, listrik bisa tiba-tiba padam.
Bahkan daerah-daerah yang memiliki bahan dasar pembangkit listrik, justru lebih sering padam. "Apalagi di kampung-kampung, listrik tidak bisa dinikmati oleh banyak orang," papar Berry.
Meski demikian, Walhi sendiri mendukung penuh aksi hemat listrik ini. Dia juga berharap supaya warga Jakarta mau secara rutin melakukan kampanye ini.
26 Maret lalu, acara Earth Hour di Jakarta berhasil menghemat listrik sebanyak 170 MW. Selama satu jam, mulai pukul 20.30-21.30 WIB saat itu, Jakarta sempat gelap gulita untuk memperingati Hari Bumi.
Sedangkan hari ini, mulai dari jam 20.00-21.00 WIB, warga Jakarta kembali diimbau untuk memadamkan sebagian lampunya. Acara ini adalah kelanjutan dari peringatan Hari Bumi.
(mok/mei)











































