Menurut Jafar, sangat jelas organisasi ini bertentangan dengan prinsip-prinsip bangunan kebangsaan dalam wujud NKRI. Ajaran-ajaran NII KW9, lanjut Jafar, maupun maksud dan tujuannya sendiri tidak sesuai dengan azas kebhinnekaan yang menjadi perekat NKRI.
"Bagi Fraksi Demokrat, Islam Yes, Negara Islam Indonesia No, perilaku kekerasan yang mengatasnamakan agama adalah bentuk nyata kesesatan berpikir dan kebuntuan intelektual anggota NII," ujar Jafar di hadapan seribu santri dan ustadz Ponpes As'adiyah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paham keberagaman yang pluralis menjadi concern penting saat ini, di tengah maraknya gerakan radikalisasi dari berbagai kelompok yang mengatasnamakan Islam berwujud kekerasan," pungkas Jafar yang melakukan kunjungan reses di beberapa kabupaten di Sulsel.
(mna/mok)










































